Selasa, 31 Mei 2016

Ini 4 Bahaya Makan Terlalu Kenyang saat Berbuka Puasa

Bahaya Makan Terlalu Kenyang saat Berbuka Puasa_Pada bulan puasa, yang menjadi kebahagiaan setiap orang adalah ketika sahur dan berbuka. Meskipun di sepanjang malam kita diperbolehkan untuk makan, tetapi kebanyakan orang-orang akan menyantap makanan yang ada saat berbuka karena telah menanggung rasa lapar seharian. Sedangkan ketika sahur pun demikian, karena kebanyakan juga beranggapan bahwa dengan banyak makan, nantinya tidak akan cepat lapar. Padahal, dalam Al-Qur’an Surah Al A’raf, ayat 31 secara jelas menyebutkan bahwa Allah swt melarang manusia untuk berlebih-lebihan termasuk dalam hal makanan.
Ini 4 Bahaya Makan Terlalu Kenyang saat Berbuka Puasa
Larangan untuk makan berlebihan hingga terlalu kenyang tersebut juga bukan tanpa sebab, karena memang terdapat bahaya yang mengancam jika makan berlebihan. Adapun bahayanya makan terlalu kenyang seperti yang dimaksud ketika berbuka puasa adalah sebagai berikut:

1. Menyebabkan Berat Badan Bertambah
Jika Anda sering mendengar banyak orang, khususnya wanita, yang mengeluh karena berat badannya bertambah setelah menjalankan ibadah puasa, bisa saja salah satu penyebabnya karena dia terlalu banyak makan hingga kekenyangan saat berbuka.

Sebagai ajang ‘pembalasan dendam’ karena telah seharian tidak mencicipi makanan, tak jarang orang yang tergoda untuk menikmati berbagai makanan yang beraneka macam.

Apalagi jika didukung makanan yang tersaji tersebut tergolong sebagai makanan yang kurang sehat dan malas untuk berolahraga. Jadilah obesitas itu akan segera mendatangi orang yang makan hingga terlalu kenyang. Dampaknya adalah tubuh akan terasa lebih berat dan lesu, dan persendian  akan terasa sakit.

2. Menyebabkan Gangguan Mental
Bahaya ini masih berkaitan dengan bahaya yang pertama, yakni penambahan berat badan. Saat seseorang bahkan mungkin Anda mengetahui bahwa berat badan Anda ternyata bertambah, padahal Anda baru saja menjalankan ibadah puasa, Anda pasti akan merasa kurang percaya diri.

Apalagi jika didukung dengan fakta bahwa orang-orang di sekitar Anda telah berhasil melakukan diet sekaligus dengan puasa dan telah berhasil menurunkan berat badannya. Belum lagi komentar saudara yang berkunjung untuk silaturahmi ke rumah Anda berkometar bahwa Anda agak gemukan.

Dan jika rasa tidak percaya diri ini hadir secara terus menerus, akan menimbulkan berbagai gangguan lainnya, seperti depresi, rasa cemas dan lain-lain.

3. Menimbulkan Rasa Malas dan Mengantuk
Tarawih merupakan sholat yang hanya bisa dilakukan ketika bulan romadhon saja. Jika saja saat berbuka puasa Anda makan hingga kekenyangan, tidak menutup kemungkinan Anda akan merasa malas untuk sholat tarawih dan akhirnya menyia-nyiakan kesempatan beribadah yang hanya ada satu kali dalam setahun.

Selain menimbulkan rasa malas, kekenyangan saat berbuka juga dapat menimbulkan kantuk sehingga berpotensi Anda tidur lebih cepat. Katakanlah Anda tetap bisa ikut sholat tarawih, tetapi ada kemungkinan Anda tidak bisa mengikuti kegiatan tadarus karena mengantuk, sangat disayangkan bukan?

Di bulan romadhon kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memperbanyak membaca al-qur’an, namun karena saat berbuka makan hingga kekenyangan, kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta lewat dengan sia-sia.

4. Menyebabkan Gangguan Kesehatan Fisik
Makan terlalu kenyang juga dapat menimbulkan gangguan pada fisik tubuh. Bagaimana tidak, ketika seseorang makan hingga kekenyangan, lambung akan mengalami peregangan yang akhirnya dapat memicu mual dan juga muntah, dan ini akan sangat mengganggu Anda ketika melaksanakan sholat tarawih.

Tak hanya itu, kekenyangan juga dapat menyebabkan perut menjadi kembung yang terkadang juga disertai dengan diare dan sakit perut. Ini disebabkan karena banyaknya enzim pencernaan yang keluar sehingga makanan tidak bisa dicerna dengan sempurna, kemudian difermentasi dan mengeluarkan gas dalam perut.

Itulah beberapa bahaya yang akan muncul jika makan terlalu kenyang. Semoga dapat memotivasi Anda untuk menghindari makan hingga kekenyangan.

Kesehatan Manusia

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

 
Sitemap - Privacy Policy - Contact Us
Back To Top