Rabu, 22 Juni 2016

Bagaimana Seseorang Dapat Dikatakan Mengalami Buta Warna?

Bagaimana Seseorang Dapat Dikatakan Mengalami Buta Warna?_Buta warna merupakan salah satu gangguan pada mata, dimana mata mengalami kesulitan dalam membedakan warna. Hal ini dapat terjadi ketika pigmen pada reseptor mata tengah mengalami gangguan. Berikut dibawah ini ulasan detailnya, mengenai buta warna ini.
Penyebab, Ciri-ciri, dan cara mengatasi buta warna

 A. Ciri- ciri seseorang dikatakan buta warna

1. Mengalami kesulitan saat harus membedakan warna dan tingkat kecerahan dengan cara yang biasa
2. Kesulitan dalam membedakan warna dengan nuansa yang sama terutama pada warna biru dan kuning serta merah dan hijau.
3. Kepekaan pada jenis warna dengan cahaya yang terang
4. Mereka dengan buta warna, hanya dapat melihat beberapa jenis gradasi warna sementara sebagian besar orang, bisa melihat ratusan warna. Sebagai contoh, seseorang yang tidak bisa membedakan antara warna merah dengan warna hijau namun bisa melihat warna biru dan kuing.

Cara mencari tahu apakah seseorang mengalami buta warna atau tidak, memang bisa dilakukan dengan cara- cara diatas, namun jika ingin lebih akurat, Anda bisa melakukan tes buta warna.

B. Penyebab Seseorang Mengalami Buta Warna

Pada beberapa kasus, buta warna dapat terjadi karena faktor genetika dari orang tua. Selain itu, buta warna juga dapat terjadi karena gangguan kesehatan atau dampak dari suatu pengobatan yang tengah dijalani. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami buta warna yaitu sebagai berikut.

1. Penyakit
Penyakit bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya buta warna. Beberapa jenis penyakit yang dapat membuat seseorang mengalami buta warna adalah penyakit alzheimer, glaukoma, leukimia, parkinson, pecandu alkohol yang kronis, anemia sel sabit dan macular degeneration.

2. Usia
Seiring dengan proses penuaan, akan ada banyak hal yang terjadi pada manusia dimana salah satunya adalah mata yang tidak lagi jernih dalam melihat seseuatu. Kemampuan seseorang dalam membedakan suatu warna juga akan secara perlahan mengalami penurunan.

Jika memang disebabkan oleh penuaan, sebaiknya Anda tidak terlalu mengkhawatirkannya, mengingat hal ini merupakan situasi alami yanga kan dialami oleh semua orang.

3. Faktor genetika
Ada beberapa kasus buta warna, dimana penderitanya mengalami buta warna sejak lahir. Hal ini dapat terjadi karena faktor bawaan dari orang tua. Mereka yang mengalami buta warna semenjak lahir, lebih banyak terjadi pada laki- laki dibandingkan pada wanita.

4. Bahan kimia
Mereka yang menderita buta warna bisa disebabkan pula oleh paparan bahan kimia yang beracun seperti karbon disulfida dan pupuk.

5. Karena pengobatan yang dilakukan
Ada beberapa pengobatan tertentu yang dapat memicu seseorang mengalami buta warna seperti pheytoin, sildenafil, digoxin dan chloroquine. Jika memang gangguan buta warna terjadi karena pengobatan yang dilakukan maka gangguan ini akan terhenti ketika Anda berhenti mengonsumsi obat- obatan terkait.

C. Diagnosis serta perawatan bagi penderita buta warna

Sebagian besar dari kasus penderita buta warna, umunya disebabkan oleh faktor genetika. Namun nyatanya, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh keadaan dasar mata. Dalam mendiagnosis buta warna, Anda bisa melakukan tes- tes yang berikut ini.

1. Tes ishihara
Tes ishihara merupakan jenis tes umum yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis buta warna. Tes ini khusus dilakukan dengan kondisi seseorang yang buta terhadap warna hijau dan merah. Sementara untuk mendiagnosis buta terhadap warna lain, bisa dilakukan dengan tes yang lain.

2. Tes penyusunan
Tes penyusunan, dilakukan dengan cara menyusun objek warna melalui susunan gradasi warna yang berbeda. Untuk selanjutnya, pasien akan diminta untuk menyusun benda sesuai gradasi warna yang dia lihat.

Mereka yang mengalami buta warna, biasanya mampu beradaptasi dengan sendirinya saat ingin membedakan warna. Sayangnya, hingga saat ini, masih belum ada obat yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan buta warna.

Kesehatan Manusia

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

 
Sitemap - Privacy Policy - Contact Us
Back To Top