Senin, 20 Juni 2016

Memangnya Kenapa Kalau Kita Terlalu Banyak Makan Makanan yang Berlemak?

Memangnya Kenapa Kalau Kita Terlalu Banyak Mengkonsumsi Makanan yang Kandungan Lemaknya Tinggi?_Makanan berlemak memang cukup mengundang selera. Namun sayangnya, jenis makanan ini tidaklah menyehatkan. Ada begitu banyak dampak buruk makanan berlemak bagi kesehatan tubuh kita. Berikut di bawah ini penjelasannya.
Memangnya Kenapa Kalau Kita Terlalu Banyak Makan Makanan yang Berlemak?
Dampak buruk mengkonsumsi makanan berlemak

1. Meningkatkan resiko terjadinya obesitas
Obesitas merupakan ukuran tubuh yang cenderung berlebih dan tidak jarang pula membuat penderitanya mengalami susah gerak. Hal ini bisa terjadi karena lemak berlebih yang dikonsumsi, akan menumpuk dan tidak semua dimanfaatkan oleh tubuh.

Lemak yang terus menumpuk, membuat tubuh menjadi lebih gemuk hingga mengalami obesitas. Obesitas sendiri membuat resiko terkena jenis penyakit berat seperti jantung, paru- paru, penyakit hati dan stroke akan semakin meningkat.

Obesitas juga membuat seseorang tampil kurang percaya diri akibat bentuk tubuh yang tidak ideal.

2. Kerusakan pada dinding arteri
Bahaya mengonsumsi lemak tak jenuh lainnya adalah membuat kolesterol dalam darah mengalami peningkatan. Hal ini akan menyebabkan dampak buruk  bagi kesehatan arteri jantung. Saat arteri mengalami masalah, maka resiko terjangkit gangguan pada otak dan ginjal akan semakin meningkat.

Tingginya kolesterol dalam darah akan membuat arteri tertekan sehingga memicu terjadinya kerusakan dalam tubuh seperti pendarahan arteri dan terjadinya penumpukan plak arteri.

Jika tidak segera ditangani, hal ini akan menyebabkan gangguan yang lebih besar lagi seperti aliran darah dalam tubuh tidak berjalan lancar. Akibatnya  jantung akan mengalami gangguan.

3. Menganggu kesehatan hati
Berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, membuat fungsi hati ikut terganggu. Hati sendiri memiliki begitu banyak manfaat yang penting seperti memproduksi enzim serta hormon  yang berguna bagi tubuh, mengatur cairan dalam tubuh dan lain- lain.

Sel hati sebenarnya telah mengandung lemak meski hanya sedikit. Ketika anda banyak mengonsumsi lemak, maka sel- sel dalam hati yang sehat akan tergantikan dengan sel lemak. Jika sudah demikian, maka hati akan semakin membesar dan tentunya menjadi lebih berat dari ukuran semula.

Gejala pembesaran hati akibat lemak memang tidak terlalu dirasakan dan tidak menimbulkan keluhan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, maka kondisi badan yang semakin memburuk dengan rasa tidak nyaman di bagian perut akan mulai dirasakan.

4. Meningkatkan resiko terkena kanker
Satu lagi gangguan yang terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi lemak adalah resiko meningkatnya terkena kanker. Kurangnya konsumsi serat dan lebih banyak mengonsumsi lemak, membuat sel kanker tumbuh dengan cepat di beberapa bagian tubuh.

Adapun organ yang sering terkena serangan kanker adalah pada bagian usus besar, ginjal, kandung empedu dan di beberapa bagian organ reproduksi.  Selain karena konsumsi lemak yang berlebih, kanker juga sering terjadi pada mereka yang merupakan perokok pasif, gemar mengonsumsi daging asap dan banyak mengonsumsi kopi.

5. Gangguan sembelit
Gemar mengonsumsi makanan dengan banyak kandungan lemak, bisa mempengaruhi sistem kerja organ dalam tubuh. Alhasil, resiko terjadinya gangguan pada bagian organ pencernaan ataupun usus akan semakin meningkat.

Lemak yang dimakan biasanya memiliki waktu yang lebih lama untuk dikonsumsi sehingga membuat organ lambung tidak bisa sepenuhnya kosong. Akibatnya orang tersebut akan sering mengalami penyakit sembelit. Sembelit merupakan salah satu pertanda jika organ pencernaan anda tengah dalam kondisi yang baik.

Ada banyak dampak buruk mengonsumsi lemak yang berlebih dalam tubuh seperti dampak- dampak di atas. Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi, bisa ditemukan dalam banyak jenis makanan cepat saji. Inilah kenapa sebaiknya kita mengonsumsi makanan yang dimasak sendiri di rumah karena tentunya lebih sehat.

Kesehatan Manusia

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

 
Sitemap - Privacy Policy - Contact Us
Back To Top