Jumat, 08 Juli 2016

Jenis Obat Tetes Telinga dan Fungsinya

Jenis Obat Tetes Telinga dan Fungsinya_Mengalami sakit pada telinga memang menjadi salah satu permasalahan yang serius dan membuat penderita berusaha mencari pengobatan untuk mengatasinya. Untuk itulah pada kesempatan ini kami share, beberapa jenis obat telinga yang banyak tersedia di apotek-apotek, lengkap dengan fungsi dari masing-masing obat.
Jenis Obat Tetes Telinga dan Fungsinya
Jenis-Jenis Obat Tetes Sakit Telinga

1. Erlamicetin
Tiap botol, mengandung kloramfenikol sebanyak 1 %. Berfungsi untuk mengobati infeksi di telinga bagian luar, yang disebabkan oleh kuman gram positif atau negatif dengan kepekaan terhadap kloramfenikol.

2. Kemicetina-A
Tiap mililiter mengandung 10 mg levokloramfenikol dan 10 mg tetrakaina. Berfungsi untuk mengatasi radang telinga akut maupun kronik, otitis media kronik, serta terapi setelah operasi pembedahan.


3. Otopraf
Kandungan tiap mililiter terdiri dari 1 mg Fluodrokortison, 5 mg neomisina sulfat, 10.000 IU polimiksina B sulfat, dan 40 mg lidokaina HCl.

Otopraf berfungsi untuk mengatasi radang telinga luar dengan rasa nyeri serta otitis ekterna kronis dan akut yang dipicu oleh bakteri gram negatif ataupun positif yang memiliki kepekaan terhadap furunkulosis.

4. Tarivid
Memiliki kandungan 3 miligram ofloksasina per mililiter. Obat tetes telinga tarivid digunakan untuk mengatasi infeksi pada telinga.

5. Cendofenikol
Mengandung 10  miligram kloramfenikol pada tiap mililiter, yang memiliki fungsi untuk mengobati otitis eksterna kronis atau akut, infeksi telinga akibat virus, serta otitis media.

6. Otopain
Pada tiap mililiter obat tetes telinga jenis ini, memiliki kandungan berupa 1.000.000 IU polisimina B sulfat, 4 gram lidokain HCl, 0,5 gram neomisina sulfat, gliserin sampai dengan 100 ml, propel gliko, serta air. Fungsi otopain adalah untuk mengatasi otitis eksterna akut maupun menahun.

7. Hufamycetin
Tiap mililiter obat tetes telinga mengandung 30 mg kloramfenikol. Memiliki kinerja yang baik untuk penyembuhan otitis media kronik, radang telinga kronik maupun akut, serta untuk pengobatan setelah bedah operasi.

8. Sofradex
Memiliki kandungan 0,5 mg deksametasone, 5 mg flamisetina, serta 0,05 mg gramisida pada tiap mililiter obat tetes telinga. Berguna untuk mengatasi masalah telinga dengan jangka pedek dan untuk pengobatan inflamasi okuler yang dipicu oleh organisme sensitif.

9. Cetamid
Memiliki kandungan 100 mg Natrium sulfatsetaida serta 20 mg asam borat. Mengatasi infeksi lokal pada telinga yang disebabkan oleh gram negatif maupun positif.

10. Colme
Terdapat 10 % kloramfenikol, 4 % lidokain HCl, serta propilen glikol yang mencapai 100 ml. Memiliki peranan dalam mengatasi neurodermatitis, nyeri pada telinga, otitis media akut serta eksternal baik kronis maupun akut, dan eksema meatus auditorius.

11. Oticol
Mengandung 3 % kloramfenikol dalam propilenglikol. Jenis obat tetes telinga oticol memiliki fungsi dalam mengatasi radang telinga, otitis eksterna, dan sebagainya, yang dipicu oleh berbagai infeksi bakteri dengan kepekaan terhadap kloramfenikol.

12. Forumen
Tiap mililiter tetes telinga memiliki kandungan 5 mg/ml natrium dokusat, yang memiliki peranan dalam membantu mengeluarkan kotoran di dalam telinga.

13. Decacetine
Memiliki kandungan 30 mg kloramfenikol pada propilenglikol. Memiliki fungsi untuk mengatasi antifektikum telinga.

14. Enkacetyn
Terdapat 100 mg kloramfenikol pada tiap tetes telinga dan berguna untuk mengobati infeksi telinga.

15. Otolin
Tetes telinga per mililiter mengandung 5 % kloramfenikol, 10.000 IU polimiksida B SO4, dan 1 % benzoate. Mengatasi radang telinga bagian tengah dan luar, baik akut maupun kronis.

Demikian beberapa jenis obat tetes telinga beserta fungsinya yang dapat kami sajikan. Untuk lebih menjamin keamanannya, sebaiknya Anda menggunakan obat tetes telinga tersebut sesuai dengan anjuran dokter agar jenis obat serta dosis yang diberikan sesuai dengan diagnosa.

Kesehatan Manusia

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

 
Sitemap - Privacy Policy - Contact Us
Back To Top