2017-11-15

9 Cara Menghilangkan Kebiasaan Mengisap Jari Jempol dan Telunjuk pada Anak

Bagaimana Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak yang Suka Mengisap Jari Jempol dan Telunjuk Tangan?_Kebiasaan mengisap jari jempol dan telunjuk pada anak merupakan sesuatu hal yang bisa dikatakan wajar apabila mereka berada pada usia dibawah dua tahun. Seorang dokter dari Kanada bernama dr. Robert Anderson menyebutkan bahwa kebiasaan menghisap jempol dan telunjuk yang dilakukan anak, dapat memberikan rasa nyaman dan aman. Selain itu kebiasaan tersebut umum di alami pada anak diseluruh dunia dan hal tersebut bisa dimaklumi.
9 Cara Menghilangkan Kebiasaan Mengisap Jari Jempol dan Telunjuk pada Anak
Akan tetapi apabila kebiasaan mengisap jari jempol dan telunjuk itu tetap di lakukan ketika seorang anak sudah berumur di atas usia tiga tahun, maka harus dilakukan tindakan pencegahan. Mengapa demikian? Berikut ini alasannya:
  • Anak akan mengalami kesulitan berbicara.
  • Menyebabkan infeksi pada jari kuku
  • Meningkatkan resiko terkena cacingan.
  • Berpengaruh pada pertumbuhan gigi
  • Mengurangi kecerdasan pada anak
Apabila Anda tidak menginginkan putra putri Anda mengalami hal tersebut, maka segeralah melakukan upaya pencegahan.

Nah berikut ini kami bagikan beberapa cara untuk mengatasi kebiasaan mengisap jari jempol dan telunjuk pada buah hati Anda:

1. Membatasi anak untuk melakukan menghisap jari jempol dan telunjuk. 
Contoh mereka hanya boleh melakukannya jika sedang berada di dalam kamar saja. Selebihnya Anda dapat mengajurkan anak untuk tidak melakukan hal tersebut.

2. Hindari untuk memarahi anak jika mereka terus menerus menghisap jari. 
Karena hal tersebut malah akan membuat mereka semakin tidak ingin menghilangkan kebiasaan tersebut. Pada dasarnya anak lebih cenderung untuk melakukan penolakan apabila kita melarang. Anda bisa mengganti kemarahan dengan pujian ketika anak tidak melakukan hal tersebut.

3. Membiasakan untuk berkomunikasi dengan anak mengenai kebiasaan menghisap jari. 
Misalnya Anda dapat menawarkan kepada anak, jika mereka tidak melakukan hal tersebut dalam satu hari maka Anda akan memberi hadiah.

Dengan begitu anak akan menjadi terpacu untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Namun usahakan untuk konsekuen. Jika mereka mampu melakukan berikan hadiah sesuai dari apa yang Anda janjikan.

4. Selalu ingatkan pada buah hati Anda, bahwa kebiasaan menghisap jari jempol ataupun telunjuk merupakan tindakan yang kurang sopan. 
Lakukan dengan bahasa yang halus ataupun pillow talk ( secara berbisik ) sehingga mereka akan lebih memahami. Sertakan pula berbagai penjelasan yang logis ketika mereka bertanya alasan mengapa tidak boleh berbuat demikian.

5. Pergunakan cara yang lebih kreatif dalam memperingatkan sang anak. 
Ingatkan padanya bahwa mereka sudah besar, dan tidak sepatutnya untuk melakukan kebiasaan itu.

6. Mengajak anak untuk melakukan aktifitas lain sehingga focus mereka sedikit teralihkan.
Lakukan permainan yang menjadikan mereka aktif bergerak. Dengan begitu kebiasaan menghisap jempol dan telunjuk dapat dihilangkan.

7. Oleskan sesuatu yang tidak enak pada jempol ataupun telunjuk anak. 
Ketika anak melakukan kebiasaanya menghisap jari mereka tidak akan lagi menemukan kenikmatan yang menjadikan mereka berulang-ulang melakukannya.

8. Mintalah bantuan pada dokter gigi untuk menberikan penjelasan pada buah hati Anda mengenai efek yang bisa terjadi jika memiliki kebiasaan menghisap jari tangan terus menerus.

9. Melatih kepintaran  pada anak, melalui kegiatan yang atraktif. 
Misalnya mengenalkan berbagai permainan dan cara menggunakannya. Dengan begitu anak akan cenderung meninggalkan kebiasaanya menghisap jari.

Tidak semua anak langsung merespon dengan cepat apa yang Anda lakukan. Hindari untuk memperlihatkan sikap emosional di hadapan anak. Tetaplah terus mengalihkan perhatian anak dari mengisap jari. Lakukakan secara kontinyu.
Artikel Pilihan
Silakan bagikan artikel ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:

Artikel Pilihan

Memuat...
 
Home - Daftar Isi- Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy Contact Us -
Back To Top