2017-03-02

Pertolongan Pertama pada Orang Kesetrum Listrik

Pertolongan Pertama Pada Orang Kesetrum_Bagaiamana cara menolong orang yang kesetrum listrik?_Istilah kesetrum atau tersengat arus listrik mungkin sudah sering kita dengar. Kesetrum dapat terjadi karena adanya kontak dari tubuh manusia dengan sumber tegangan yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan arus melalui otot dan rambut. Kesetrum dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dimana ada aliran listrik, seperti rumah, kantor dan bahkan jalan raya. Adanya arus listrik yang melewati tubuh manusia dan membakar jaringan bisa menyebabkan trauma dan terganggunya fungsi organ dalam tubuh. Tidak jarang orang yang tersengat arus listrik atau kesetrum mengalami kejang, dehidrasi, luka bakar, kematian pada sebagian jaringan tubuh, gagal ginjal, bahkan yang paling fatal dapat merenggut nyawa seseorang.
Pertolongan Pertama Pada Orang Kesetrum Listrik
Kecelakaan akibat kesetrum merupakan kecelakaan yang harus segera mendapatkan pertolongan pertama dengan cepat dan benar. Apabila korban tidak segera mendapat pertolongan, hal paling fatal yang terjadi pastnya adalah kematian yang mengerikan.

Selain penanganan yang cepat, pertolongan pertama juga harus dilakukan dengan benar. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya penambahan jumlah korban yang tersengat arus listrik.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan apabila Anda akan menolong orang yang kecelakaan akibat kesetrum listrik:

1. Apabila korban tersebut masih kesetrum atau masih tersengat arus listrik, jangan memindahkan korban dengan tangan kosong apalagi menyentuhnya. Menyentuh korban dengan tangan kosong justru akan menyebabkan Anda ikut tersengat arus listrik.

2. Hal yang harus kita lakukan adalah mematikan sumber aliran listrik. Jika tidak memungkinkan maka kita bisa melepaskan korban dengan cara mendorong atau menariknya menggunakan benda yang tidak mudah dialiri listrik (bersifat konduktot) seperti tongkat kayu kering atau gagang sapu.

3. Apabila korban sudah tidak ada kontak dengan arus listrik, periksalah tubuh korban. Rawatlah luka bakar atau luka lainnya bila ada.

4. Biasanya, apabila sengatan listrik cukup tinggi, pernafasan korban akan terganggu. Periksa denyut nadi dan pernafasan korban. Apabila tidak bernafas, segera hubungi tim medis untuk melakukan penanganan medis.

5. Jika dirasa tidak ada gejala yang serius, pindahkan korban ke lokasi yang aman untuk perawatan selanjutnya.

6. Jangan tinggalkan korban sendirian sampai tim medis datang untuk melakukan penanganan intensif. Sebaiknya kita tetap temani korban dan berikan ketenangan pada korban untuk mengurangi syok.

Saat melakukan pertolongan pertama ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Anda mungkin bermaksud baik ingin membantu, namun supaya upaya pertolongan tidak berakibat fatal bagi korban dan bagi Anda yang menolongnya, perhatikan juga hal-hal beriku ini :
  • Hindari posisi terlalu dekat dengan korban jika tersengat oleh arus listrik yang sangat tinggi.
  • Jangan menggunakan bahan yang dapat menghantarkan listrik seperti logam atau besi untuk memisahkan korban dengan listrik.
  • Pastikan tidak ada air disekitar lokasi kesetrum karena itu bisa memicu terjadinya sengatan.
  • Upayakan mengunakan alas kaki yang bersifat isolator (penghambat arus listrik), seperti sandal karet yang kering atau berdiri di atas karpet yang kering.
  • Jangan langsung memindahkan korban setelah arus dimatikan, kecuali ada risiko kebakaran atau ledakan. Sengatan listrik dapat menimbulkan komplikas, patah tulang dan kerusakan syaraf. Sehingga mengubah posisi korban dapat memperparah komplikasi yang ada.
Demikian tentang beberapa langkah pertolongan pertama pada orang yang kesetrum yang bisa Anda praktekan. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat. Tetaplah untuk selalu berhati-hati. Gunakanlah listrik dengan bijak agar terhindar dari sengatan listik yang membahayakan keselamatan Anda.
Artikel Pilihan
Silakan bagikan artikel ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:

Kesehatan Manusia

Artikel Kesehatan dan Pendidikan Jasmani

 
Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy Contact Us -
Back To Top