2017-04-04

Dampak Buruk Aborsi bagi Kesehatan Wanita

Dampak Negatif Aborsi bagi Wanita_Aborsi adalah tindakan menghilangkan janin dan plasenta dari dalam rahim. Jika sebuah kandungan dinilai lemah dan diperkirakan akan membahayakan kesehatan janin dan ibunya maka dokter kandungan akan menyarankan untuk melakukan aborsi. Jadi bukan asal ya, tindakan ini memang seharusnya dilakukan dengan persetujuan dokter Di zaman ini sudah banyak tempat aborsi ilegal yang dimiliki oleh dokter-dokter malpraktik. Sayangnya terlepas dari tujuan dan maksud dari dokter-dokter tersebut banyak orang yang belum tahu bahaya dari aborsi khususnya wanita.  Mungkin bahaya aborsi untuk wanita menjadi hal sering disepelekan oleh banyak orang, padahal faktanya bahaya yang diakibatkan tidak main-main, dan nyawa adalah taruhannya. Nah untuk lebih jelasnya mengenai bahaya aborsi, silahkan simak ulasan berikut.
Dampak Buruk Aborsi bagi Kesehatan Wanita
Dampak Negatif/Efek Samping/Bahaya Melakukan Aborsi
1. Menyebabkan infeksi rahim
Bahaya yang pertama adalah infeksi rahim. Infeksi yang bisa disebabkan oleh berbagai macam hal ini bisa terjadi karena kurang sterilnya alat-alat yang digunakan atau karena penggunaan alat aborsi yang terlalu kasar. Hal ini bisa menyebabkan infeksi dan pembengkakan dinding rahim. Jika infeksi ini tidak ditangani dengan baik, maka infeksi akan menjalar ke bagian yang lain. Terlebih lagi hal ini akan membuat pasien aborsi mati secara perlahan karena infeksi yang terus bertambah

2. Menyebabkan infeksi rongga panggul
Jika tadi sudah dijelaskan bahwa infeksi bisa menyebar ke bagian yang lain, infeksi ini juga bisa menyebabkan infeksi rongga panggul. Di infeksi rongga panggul ini pasien aborsi akan mengalami nyeri yang berkepanjangan akibat dari jaringan parut yang terbentuk karena infeksi.

3. Kanker rahim
Selain bahaya infeksi, bahaya aborsi untuk wanita juga dapat berupa munculnya kanker rahim. Hal ini dikarenakan tenaga medis yang kurang mumpuni saat melakukan aborsi sehingga merusak servik dan memicu sel-sel kanker yang ada di rahim.

4. Kemandulan
Jika seorang wanita pernah melakukan aborsi secara ilegal maka bisa saja ia mengalami kemandulan. Hal ini terjadi karena rahim yang dirusak saat aborsi tersebut.
Pendarahan dan kerusakan pada indung telur akan menyebabkan penumpukan darah pada indung telur sehingga akan menyumbat sel telur yang lain.

5. Sering keguguran
Saat seorang wanita menginginkan kehamilan baru setelah ia melakukan aborsi akan sangat kecil kemungkinannya. Aborsi yang memang menghilangkan janin beserta plasentanya akan merusak rahim yang sehat.
Setelah aborsi itu selesai rahim tidak akan kembali normal. Rahim akan melemah dan akan membuat kehamilan berikutnya menjadi sangat sulit terjadi.

6. Kelainan pada plasenta
Rahim yang sudah rusak tentu akan meninggalkan bekas luka dan akhirnya menyebabkan rahim ini tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Tetapi bukan saja rahim yang terkena imbasnya namun juga pada pembentukan plasenta pada kehamilan berikutnya. Jika plasenta yang terbentuk pada kehamilan berikutnya tidak sempurna maka calon bayi akan mengalami cacat dan pendarahan hebat pada hamil berikutnya.

7. Rusaknya alat reproduksi
Selain bahaya-bahaya diatas bahaya aborsi selanjutnya adalah adanya kerusakan pada alat reproduksi. Alat reproduksi adalah rahim secara keseluruhan mulai dari luar sampai dalam.  Jika aborsi dilakukan secara tidak profesional maka alat reproduksi tersebut akan mengalami kerusakan. Infeksi dari luka aborsi akan cepat menjalar dan akhir paling buruknya adalah pengangkatan rahim untuk mencegah infeksi itu berkembang.

Memang menjadi ibu sangatlah berat, tapi jika Anda belum mampu untuk mengemban tanggung jawab tersebut lebih baik untuk mencegah pemicu-pemicu yang bisa menjurus ke aborsi karena bahaya aborsi untuk wanita bukanlah hal yang main-main.
Artikel Pilihan
Silakan bagikan artikel ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:

Kesehatan Manusia

Artikel Kesehatan dan Pendidikan Jasmani

 
Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy Contact Us -
Back To Top